Jumat, 12 Juni 2026

TANAH LAUT — Polsek Kurau, Polres Tanah Laut, terus mengawal program ketahanan pangan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di wilayah binaannya. Kali ini, pemantauan dilakukan pada lahan milik Misriyati yang berlokasi di RT 2 RW 1 Desa Srikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Kegiatan monitoring pascatanam dilaksanakan oleh AIPTU Rahmat Widhi Jatmiko selaku Ka SPK Polsek Kurau didampingi AIPDA Faisal Mubarak. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap tumbuh optimal serta mengetahui perkembangan tanaman menjelang masa panen.

Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 5 hektare dengan usia tanaman mencapai 2 bulan 18 hari atau sekitar 78 hari. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan terus mendapatkan perawatan dari pemilik lahan.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanaman, personel Polsek Kurau juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pupuk, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil produksi.

Kapolsek Kurau, IPTU Bambang Hariansyah, mengatakan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pembinaan di lapangan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal hingga masa panen sehingga memberikan hasil yang maksimal dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujar IPTU Bambang Hariansyah.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kurau terus meningkat dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Jajaran Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian masyarakat. Kegiatan tersebut kali ini dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang terhadap lahan jagung milik Joko di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung di lahan binaan Polri tetap terjaga dan berkembang optimal menjelang masa panen. Lahan pertanian yang dipantau memiliki luas sekitar 10 hektare dengan usia tanaman jagung mencapai 70 hari.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan terawat. Selain memantau kondisi tanaman, Bripka Febrian Anggara juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman.

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membantu mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai upaya yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Monitoring yang dilakukan secara rutin bertujuan untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik hingga masa panen. Kami berharap lahan jagung seluas 10 hektare ini dapat menghasilkan produksi yang optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Dengan kondisi tanaman yang berkembang baik pada usia 70 hari, hasil panen yang maksimal diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Bati-Bati. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Tanah Laut. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pengeringan jagung yang bekerja sama dengan Primkopol Polda Kalimantan Selatan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. Sabtu (13/6).

Pengecekan lokasi pembangunan gudang pengeringan jagung tersebut dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan serta kesiapan fasilitas yang akan mendukung proses pascapanen para petani di wilayah setempat.

Dalam kegiatan tersebut, diketahui bahwa satu unit dryer atau mesin pengering jagung telah beroperasi dengan kapasitas mencapai 20 ton. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung proses pengeringan secara konvensional.

Selain meningkatkan kualitas jagung pascapanen, fasilitas pengeringan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan memberikan nilai tambah bagi para petani. Dengan dukungan sarana yang lebih modern, produktivitas dan daya saing hasil pertanian masyarakat diyakini dapat meningkat.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa pembangunan gudang pengeringan jagung merupakan langkah positif dalam mendukung ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

“Keberadaan gudang pengeringan dan dryer jagung ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap para petani. Dengan fasilitas yang memadai, hasil panen dapat ditangani dengan lebih baik sehingga kualitas dan nilai jual jagung dapat meningkat. Kami berharap keberadaan sarana ini mampu mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Bati-Bati,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, Polri akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk koperasi dan kelompok tani di daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Piket Call Center 110 Polres Tanah Laut menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 07.45 Wita di Jalan Raya Imban RT 007 RW 003, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Piket 110 segera berkoordinasi dan menghubungi Unit Gakkum Satlantas Polres Tanah Laut. Penanganan di lokasi kejadian turut dibantu oleh personel Polsek Bati-Bati guna memastikan situasi tetap aman serta mempercepat proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Suzuki Carry warna putih dengan nomor polisi DA 8362 BY yang dikemudikan Khoirul Witoyo dan sepeda motor Honda Revo warna merah hitam nomor polisi DA 58240 PD yang dikendarai Fenny Wulandari.

Peristiwa bermula saat mobil Suzuki Carry melaju dari arah Desa Martadah menuju Desa Banyu Irang. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan akibat pengemudinya mengantuk. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Fenny Wulandari. Karena jarak kedua kendaraan yang sudah sangat dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor, Fenny Wulandari, mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, petugas Satlantas Polres Tanah Laut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum mengemudikan kendaraan. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat yang aman. Keselamatan adalah prioritas utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kapolres.  

Statistik Pembaca