Senin, 10 Maret 2025


Tanah Laut – Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1446 H, Kapolres Tanah Laut, AKBP M. Junaeddy Johnny, S.I.K, M.H., bersama mahasiswa, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) Tanah Laut, menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat, Senin (10/3).

Kegiatan ini berlangsung di Jalan Kemakmuran, depan Mapolres Tanah Laut, di mana masyarakat yang melintas mendapatkan takjil secara gratis untuk berbuka puasa. Pembagian takjil ini bertujuan untuk membantu warga yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka dengan nyaman, sekaligus mempererat silaturahmi antara kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat.

Kapolres Tanah Laut, AKBP M. Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam mengisi bulan Ramadhan dengan aksi positif.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat membawa berkah dan manfaat, serta semakin mempererat hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat,” ujar AKBP M. Junaeddy Johnny.

Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa dan pemuda untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya kolaborasi antara kepolisian, mahasiswa, dan OKP, diharapkan dapat semakin memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun Tanah Laut yang lebih harmonis.

Masyarakat yang menerima takjil pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh Kapolres Tanah Laut dan para mahasiswa dalam berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah ini.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kebersamaan dapat terus terjaga, serta semakin mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.


Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat untuk tidak sungkan melapor kepada hotline Polri yang telah disediakan. Hal itu disampaikan mengingat dalam waktu dekat akan terjadi arus mudik dan balik Lebaran 2025.

“Untuk pelayanan terhadap kegiatan masyarakat yang melaksanakan mudik, kita juga mensosialisasikan layanan hotline 110,” ujar Jenderal Sigit usai rakor persiapan mudik Lebaran 2025, Senin (10/3/25). 

Jenderal Sigit menjelaskan, dalam mempersiapkan mudik yang lancar, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai antisipasi mencegah kemacetan. Salah satunya adalah diskon tarif tol 20% di sejumlah titik.

Kemudian, sejumlah rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan, salah satunya oneway yang akan disesuaikan dengan situasi. Selain itu, ada juga pembatasan kendaraan sumbu 3, kecuali pengangkut bahan baku, BBM, dan yang dikecualikan lainnya.

“Ini semua dimaksud agar masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman dan lancar,” ungkap Kapolri.

Diketahui, Kapolri menyatakan bahwa Operasi Ketupat 2025 akan digelar berdasarkan dua wilayah operasi. 

Untuk wilayah Lampung sampai Bali, ujar Kapolri, akan diselenggarakan selama 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda lainnya akan diselenggarakan selama 14 hari. 

“Akan dilaksanakan 14 hari dimulai dari tanggal 23 untuk yang 8 Polda dan tanggal 26 Maret untuk yang 28 Polda lain,” ujar Kapolri.

Jenderal Sigit menyebut, arus mudik diprediksi terjadi antara tanggal 28 Maret 2025 sampai dengan 30 Maret 2025. Sedangkan puncak arus balik di tanggal 5-7 April 2025.

Dijelaskan Kapolri, dalam operasi ini terdapat 2.835 posko yang akan didirikan. Jika dirinci, terdiri dari 1.738 pospam, 788 posyan, dan 309 pos terpadu. 

“Dan mengamankan 126.736 obyek pengamanan,” jelas Kapolri.



Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Rakor itu dipimpin oleh Menko Polkam Budi Gunawan.


Kapolri mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan dan kesiapan menghadapi masa mudik Lebaran 2025. Dia memastikan Korps Bhayangkara akan maksimal dalam melakukan pelayanan selama mudik.


"Kemudian juga tentunya kami tetap mempersiapkan berbagai macam persiapan rekayasa lalu lintas, mulai dari bagaimana kita melaksanakan kegiatan ganjil genap, contraflow sampai dengan one way," jelas Kapolri, Senin (10/3/2025).


Kapolri memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada 28-30 Maret 2025. Sementara arus balik terjadi pada 5-7 April 2025.


"Oleh karena itu, kita melaksanakan rencana kegiatan Operasi Ketupat yang dibagi menjadi dua versi, untuk operasi di wilayah mulai dari Lampung sampai Bali, itu akan dilaksanakan 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda yang lain akan dilaksanakan 14 hari," jelas Kapolri.


Polri juga mendirikan 2.582 posko pelayanan dan pengamanan sepanjang masa mudik Lebaran 2025. Jumlah itu terdiri atas 1.738 posko pengamanan, 788 posko pelayanan dan 309 posko terpadu.


"Mengamankan 126.736 obyek pengamanan," rinci Kapolri.


Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan di jalur mudik, Polri juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk pelaksanaan pola work from anywhere (WFA) terhadap para pekerja.


"Kemudian terkait dengan beberapa upaya untuk mengurai kemacetan, pemerintah juga memberikan insentif bagi masyarakat antara lain WFA (work from anywhere)," ungkap Kapolri.


"Kemudian pemberian diskon terhadap tiket tol dan juga diskon terhadap alat angkut. Ini dimaksud agar masyarakat bisa kembali lebih cepat sehingga puncak arus mudik itu juga bisa dilewati, dengan juga pada saat arus balik," jelas Kapolri.


Ia mengatakan pihaknya juga mengantisipasi cuaca ekstrem saat arus mudik dan balik Lebaran berlangsung. Dia mengatakan pembahasan mengenai kebijakan saat menghadapi situasi darurat seperti bencana banjir saat mudik berlangsung akan dimatangkan.


"Kemudian, karena saat ini juga sedang menghadapi musim hujan, sehingga tentunya kita juga bahas berbagai macam alternatif apabila terjadi bencana banjir ataupun tanah longsor yang tentunya akan mengganggu jalur," ungkap Kapolri.


"Oleh karena itu, juga kesiapan tim respons cepat untuk melaksanakan langkah-langkah apabila terjadi bencana itu juga harus bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," sambung Kapolri.


Lebih lanjut Kapolri menyebutkan pihaknya juga menyiapkan hotline pada masa mudik Lebaran. Ia mengimbau masyarakat agar tak ragu menghubungi hotline 110 jika membutuhkan bantuan.


"Ini semua kita harapkan bisa dibantu disosialisasikan dan masyarakat yang membutuhkan layanan pada saat mudik bisa menghubungi layanan hotline yang kami siapkan," ujar Kapolri.

Statistik Pembaca