Sabtu, 07 Februari 2026

Jakarta - Polri menggelar rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Upaya ini untuk mengawal proses produksi jagung dan memastikan kesejahteraan petani binaan Polri.
Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring. Rakor dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi," ujar Brigjen Langgeng dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/2/2026).

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Salah satu implementasi dilakukan di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Senior vice president BRI, Danang Andi Wijanarko, dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai Rp 180 triliun untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga Rp 6.400 per kilogram.

"Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp 6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog," kata Brigjen Langgeng Purnomo.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.

Artikel detik.com

Tanah Laut — Kepolisian Sektor (Polsek) Pelaihari kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Bersama Kelompok Tani (Poktan) Tani Muda, jajaran Polsek Pelaihari melaksanakan kegiatan penanaman jagung di lahan binaan milik Sdr. Imam Khoiri yang berlokasi di Jalan Telkom, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Sabtu (7/2).

Lahan pertanian seluas kurang lebih 5 hektar tersebut mulai ditanami jagung secara gotong royong oleh anggota Polsek Pelaihari bersama para petani setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany, S.E., S.H., M.M., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan wujud kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui kegiatan penanaman jagung ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap lahan binaan ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” ujar Kapolsek.

Ia menambahkan, pendampingan terhadap kelompok tani akan terus dilakukan, mulai dari proses tanam, perawatan hingga panen, sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Polsek Pelaihari bersama Poktan Tani Muda.

Kegiatan ini sejalan dengan program Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami mendorong seluruh jajaran untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani agar pemanfaatan lahan produktif dapat berjalan optimal serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia juga berharap kolaborasi antara Polri dan masyarakat terus terjalin sehingga selain menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, juga mampu memperkuat kemandirian pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Dengan dimulainya penanaman jagung di Desa Ambungan ini, diharapkan hasil panen ke depan mampu membantu meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk mengembangkan lahan pertanian produktif.

Tanah Laut – Polsek Panyipatan melaksanakan kegiatan panen jagung di lahan binaan milik Sdr. Prasetyo yang berlokasi di Desa Batu Mulya, Kecamatan Panyipatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Sabtu (07/02).

Panen jagung tersebut dilakukan di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan total hasil mencapai 15 ton. Hasil panen ini menunjukkan keberhasilan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif guna meningkatkan ketersediaan pangan di wilayah Kecamatan Panyipatan.

Kapolsek Panyipatan, Iptu Wanda Satriadi, S.H., M.A, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polsek Panyipatan dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Melalui pemanfaatan lahan binaan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengelola lahan secara produktif,” ujar Iptu Wanda Satriadi.

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut  AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K, memberikan apresiasi atas pelaksanaan panen jagung yang dilakukan oleh Polsek Panyipatan bersama masyarakat Desa Batu Mulya.

Kami sangat mengapresiasi inisiatif Polsek Panyipatan yang secara aktif mendukung program ketahanan pangan. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Polri untuk hadir dan berperan langsung dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” ungkap AKBP Ricky Boy Siallagan.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Tanah Laut akan terus mendorong jajaran Polsek untuk bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi pertanian, guna mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat perekonomian daerah.

Kegiatan panen jagung ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi pertanian, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.


Statistik Pembaca