Selasa, 28 April 2026

Tanah Laut - Upaya mendukung ketahanan pangan terus digencarkan jajaran kepolisian. Personel Polsek Takisung turun langsung melakukan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri milik Kelompok Tani (Poktan) Gadi Makmur yang dikelola H. Sunardi. Rabu (29/04).

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan pertanian seluas 3 hektar yang berada di RT 13 Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang telah berumur sekitar 65 hari menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dan merata.

Petugas memastikan kondisi tanaman tetap terjaga, mulai dari kesuburan hingga potensi hasil panen. Berdasarkan estimasi sementara, lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga 22 ton jagung saat masa panen tiba.

Kapolsek Takisung menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk pendampingan Polri terhadap para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kami hadir untuk memastikan tanaman jagung yang menjadi bagian dari lahan binaan Polri ini tumbuh optimal. Harapannya, hasil panen nantinya bisa maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para petani semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan serta menjaga stabilitas pangan di daerah.

Tanah Laut - Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) turun langsung ke lahan pertanian milik Ibu Titi Lisnani, warga Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, guna memastikan kondisi tanaman jagung yang diperkirakan akan memasuki masa panen pada pekan kedua Mei 2026, antara tanggal 10 hingga 15 Mei. Rabu (29/04).

Lahan seluas kurang lebih 5 hektar yang terletak di Jalan Imban RT 04 tersebut menunjukkan perkembangan tanaman yang optimal. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, potensi produksi diperkirakan mencapai sekitar 50 ton jagung, mencerminkan hasil pertanian yang menjanjikan di tengah upaya peningkatan produktivitas sektor pangan.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk dukungan terhadap para petani lokal sekaligus bagian dari peran institusi dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pertanian berjalan dengan baik hingga masa panen, sehingga hasil yang diperoleh petani dapat maksimal dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan daerah,” ujar Waka Polres.

Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendorong sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.

#swasembadapangankalsel #ketahananpangankalsel #poldakalsel #polrestanahlaut

Tanah Laut - Peran aktif Polri dalam mendukung ketahanan pangan kembali terlihat. Kali ini melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri milik Kelompok Tani (Poktan) Laskar Tani di Desa Bumijaya, Kecamatan Pelaihari.Selasa (28/04).

Bhabinkamtibmas turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi tanaman jagung yang dikelola Darmuji tetap terawat dengan baik. Lahan seluas kurang lebih 2 hektare tersebut kini memasuki usia tanam sekitar 40 hari. Secara umum, pertumbuhan tanaman terpantau cukup optimal.

Dari hasil pemantauan sementara, lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga 10 ton jagung saat panen nanti. Selain melakukan pengecekan, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan petani guna mengetahui kendala di lapangan sekaligus memberikan motivasi agar perawatan tanaman terus ditingkatkan.

Kapolsek Pelaihari menegaskan, keterlibatan anggota di sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan dorongan kepada petani. Harapannya, hasil panen bisa maksimal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Pelaihari semakin meningkat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan daerah.


Statistik Pembaca