Minggu, 03 Mei 2026

Tanah Laut — Keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung sektor pertanian kembali terlihat di Kabupaten Tanah Laut. Wakapolsek Pelaihari, IPTU Madansyah, bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian untuk melaksanakan kegiatan tanam jagung di wilayah Desa Bajuin, Kecamatan Pelaihari. Senin (04/05).

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik Polri yang berlokasi di Jalan Raya Bajuin RT 06 RW 03, dengan luas sekitar satu hektar. Lahan tersebut digarap oleh petani lokal, Ngadiyo, yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekawan.

Dalam suasana kerja yang sederhana namun penuh semangat, aparat kepolisian dan petani bahu-membahu melakukan penanaman jagung sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian ini mencerminkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para petani.

IPTU Madansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu petani, tetapi juga sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada para petani. Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional, dan Polri siap berperan aktif dalam setiap prosesnya, mulai dari penanaman hingga panen,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Program pemanfaatan lahan Polri untuk pertanian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan aset yang ada, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan luas lahan satu hektar, penanaman jagung ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dan berkontribusi terhadap pasokan pangan di wilayah Tanah Laut.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Tanah Laut - Aparat kepolisian dari Polsek Jorong melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi mesin pengering (dryer) jagung yang berada di Rt. 23 Dusun Sukorejo, Desa Sabuhur. Fasilitas yang dikelola oleh Suyono tersebut kini dilaporkan dalam kondisi rusak parah dan tidak lagi dapat digunakan. Senin (04/05).

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, mesin dryer yang merupakan pengadaan tahun 2015 itu telah lama terbengkalai. Upaya perbaikan sempat dilakukan pada tahun 2022, namun tidak membuahkan hasil, sehingga hingga saat ini alat tersebut tetap tidak berfungsi.

Kerusakan yang terjadi tergolong serius, meliputi mesin pembakaran yang sudah tidak dapat dioperasikan, sistem rolling yang rusak akibat korosi, serta rel pemutar yang mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menyebabkan fasilitas yang sebelumnya diharapkan mampu mendukung proses pascapanen petani jagung tidak lagi memberikan manfaat.

Pihak pengelola telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pertanian setempat dengan harapan adanya tindak lanjut berupa perbaikan atau penggantian alat. Namun hingga saat ini, mesin tersebut masih belum mendapatkan penanganan.

Kapolsek Jorong dalam keterangannya menegaskan bahwa keberadaan fasilitas pengering jagung sangat penting dalam menjaga kualitas hasil panen petani, terutama saat musim panen raya.

“Kami sangat menyayangkan kondisi dryer yang sudah tidak dapat difungsikan ini. Padahal fasilitas ini memiliki peran strategis dalam membantu petani menjaga kualitas dan nilai jual hasil panen jagung. Kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah terkait agar alat ini dapat segera diperbaiki atau diganti,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan monitoring terhadap sarana pendukung pertanian di wilayahnya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan tidak berfungsinya mesin tersebut, para petani di Desa Sabuhur kini harus mencari alternatif lain untuk proses pengeringan jagung, yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menurunkan kualitas hasil panen.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Statistik Pembaca