Senin, 24 Februari 2025

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan launching Green House dan Panen tanaman sayur holtikultura, bertempat di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (24/2/2025).

Kegiatan ini bersamaan dengan Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang digelar oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Program P2L merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat, khususnya di tengah tantangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan pangan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan launching empat green house yang siap panen, oleh Bhayangkari Daerah Kalsel dengan melakukan pembibitan sampai panen selama 28 hari.

Kapolda menerangkan ada empat tanaman sayur hidroponik yang dipanen pada hari ini, yakni Sawi Pakchoy, Sawi Caisim, Bayam dan Kangkung.

"Green house Polda Kalsel yang telah dibangun dan tanaman sayur hidroponik yang dipanen hari ini tentunya mendukung program ketahanan pangan pemerintah," terang Kapolda Kalsel.

Beliau menambahkan, green house Polda Kalsel akan terus belanjut terlebih setelah panen perdana ini, selain mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto juga untuk digunakan sebagai bahan dapur umum yang akan dibangun Polda Kalsel.

Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, bahwa Polda Kalsel telah melaksanakan beberapa program diantaranya green house penanaman sayur holtikultura, penanaman jagung, peternakan sapi, budidaya ikan, makan bergizi gratis (MBG), dan dapur umum.

Dalam launching ini turut hadir Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha, Kabinda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Wakil Ketua YKB Daerah Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, staf Bhayangkari Daerah Kalsel, KH. M. Mukti Yunus, Dekan Fakultas Pertanian ULM Banjarmasin, Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, serta Kepala Dinas Perkebunan Dan Peternakan Provinsi Kalsel.



Jakarta. Polri dan Bhayangkari meluncurkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin (24/2/2025). Program ini bertujuan memanfaatkan pekarangan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan program makan bergizi gratis.


Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, menyatakan bahwa P2L akan menjadi model yang diterapkan di seluruh jajaran Polri.


"Bhayangkari bersama Polri memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah, asrama, kantor polisi, hingga sekolah di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari. P2L adalah bentuk nyata komitmen kami dalam meningkatkan kemandirian pangan," ujarnya.


Sebagai percontohan, Akpol mengembangkan P2L dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan, mencakup produksi, distribusi, pemanfaatan, hingga pengelolaan limbah. Berbagai fasilitas telah disiapkan, seperti Kolam Nila, Taman Hidroponik, Edu Wisata Ketahanan Pangan, serta beberapa lokasi di asrama Akpol.


Ketua Umum Bhayangkari berharap model ini dapat diadopsi oleh seluruh satuan pendidikan dan kepolisian se-Indonesia.

"Saya berharap P2L bisa diterapkan mulai dari Polda, SPN, lembaga pendidikan Polri, hingga Polres dan Polsek sebagai wujud nyata Bhayangkari dan Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional," lanjutnya.


Selain itu, Ketua Umum Bhayangkari juga menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Akpol oleh Gubernur Akpol Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar. SPPG ini ditargetkan menyediakan makanan bergizi bagi 3.000 siswa per hari, termasuk siswa TK dan SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol.


Gubernur Akpol menambahkan bahwa hasil panen dari P2L akan dikonsumsi warga asrama, didistribusikan melalui Koperasi Akpol, serta dipasok ke dapur Program Makan Bergizi Gratis.


"Dengan semangat kebersamaan dan sinergi berbagai pihak, diharapkan P2L menjadi solusi berkelanjutan untuk kemandirian pangan masyarakat," tandasnya.

Statistik Pembaca