Senin, 20 April 2026

 Tanah Laut – Polres Tanah Laut Polda Kalimantan Selatan melaksanakan Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional bulan April 2026, yang berlangsung dengan khidmat, Selasa (21/4/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K.,M.I.K. selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Wakapolres Tanah Laut, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta ASN Polres Tanah Laut.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat disiplin dan tanggung jawab sebagai aparat Negara.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Selatan yang dibacakan Kapolres Tanah Laut, disampaikan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen sebagai aparatur negara.

“Melalui momentum ini, kita diingatkan untuk terus memperkuat disiplin, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pengabdian, agar kehadiran kita benar-benar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolres saat membacakan amanat.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai anggota Polri, personel dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif dan visioner dalam menyikapi perkembangan situasi global, nasional, hingga daerah.

Kapolda juga menyoroti dinamika geopolitik global yang saat ini masih diwarnai berbagai konflik, seperti di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada sektor energi dunia hingga memicu kenaikan harga minyak. Dampak tersebut turut dirasakan di dalam negeri, termasuk melalui penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat, yang pada akhirnya dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain itu, menjelang momentum Hari Buruh Internasional (May Day), personel Polri diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengingat adanya dinamika aksi penyampaian aspirasi di wilayah Kalimantan Selatan.

Kapolda menegaskan pentingnya membangun sense of awareness dan sense of crisis, serta mengedepankan langkah antisipatif dalam pelaksanaan tugas.

“Polri tidak hanya menangani, tetapi harus mampu mengantisipasi. Tidak hanya merespon, tetapi mencegah. Tidak hanya hadir saat masalah terjadi, tetapi hadir sebelum masalah itu muncul,” tegasnya.

Di akhir amanat, disampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Kalsel dan jajaran atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan, serta mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab.

Upacara Hari Kesadaran Nasional ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres Tanah Laut untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tanah Laut – Upaya mendukung ketahanan pangan terus digencarkan jajaran kepolisian. Salah satunya melalui kegiatan monitoring persiapan tanam jagung yang dilakukan di lahan binaan Polri, tepatnya di area Pospol Bajuin, Desa Bajuin, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Lahan seluas 1 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Sekawan milik WAGINO, yang berlokasi di Jalan Sido Rukun. Kegiatan monitoring ini difokuskan pada kesiapan lahan menjelang masa tanam yang direncanakan berlangsung pada akhir April 2026.

Dalam peninjauan tersebut, petugas memastikan kondisi lahan sudah melalui tahap pembersihan dan pengolahan awal. Selain itu, kesiapan sarana pendukung seperti benih, pupuk, serta sistem pengairan juga menjadi perhatian guna menunjang hasil panen yang optimal.

Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany, S.E., S.H., M.M., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.

“Monitoring ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan binaan Polri agar proses tanam dapat berjalan tepat waktu dan maksimal. Kami juga terus berkoordinasi dengan kelompok tani agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, diharapkan kegiatan tanam jagung di lahan binaan tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan panen yang optimal, sejalan dengan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Statistik Pembaca